Berita nasional Indonesia menginformasikan tim BPN (Badan Pemenangan Nasional) Prabowo-Sandi mengkritik pertanyaan dari kubu Jokowi-Ma’ruf yang dinilai menyerang Prabowo dan Partai Gerindra dalam Debat Pilpres 2019. Serangan itu datang dari pertanyaan tentang hoaks Ratna Sarumpaet dan caleg eks napi korupsi di Partai Gerindra.

Serangan Secara Pribadi dan Institusi

Hal ini disampaikan oleh Sudirman Said selaku Direktur Materi Debat BPD (Badan Pemenangan Nasional) sesuai acara. Hal senada juga diungkapkan Ahmad Muzani selaku Wakil Ketua BPN. Keduanya sepakat pihak Jokowi menyerang secara pribadi dan institusi.

Sementara itu, di sisi lain, Andi Arief selaku Wasekjen Partai Demokrat menilai pihak Prabowo cukup defensif sebagai penantang dan pihak Jokowi cukup ofensif mirip Danjen Kopassus.

TKN Janji Tak Menyerang

Sebelumnya, menurut info berita nasional, Tim TKN (Tim Kampanye Nasional) berjanji tak menyerang pasangan lawan. Menurut Hasto Kristiyanto selaku Sekretaris TKN, karakter paslon nomor urut 1 tidak menyerang. Jokowi bisa membuat arus balik dari dinamika yang muncul dan Ma’ruf punya keahlian analogi yang bagus.

Tapi, kenyataan itu berbanding terbalik dengan waktu acara. Dalam Debat Pilpres 2019, Jokowi tampak sering “menyerang” kubu Prabowo dengan isu hoaks Ratna Sarumpaet dan caleg eks napi korupsi di Partai Gerindra.

Serangan Jokowi-Ma’ruf ke Prabowo-Sandi

Di sesi awal, Jokowi memang menyindir Prabowo melalui kasus yang diduga hoaks dari eks juru kampanye Prabowo-Sandi, yakni Ratna Sarumpaet. Ia meminta jika memang ada bukti tentang tekanan hukum supaya langsung dilaporkan kepada aparat hukum.

Jokowi juga menanyakan komitmen Prabowo untuk mengatasi korupsi di Indonesia. Contoh yang diambil adalah banyak eks napi korupsi Partai Gerindra yang mendaftar jadi caleg. Padahal menurut aturannya KPU, eks napi korupsi tidak diizinkan lagi mendaftar sebagai caleg.

Prabowo membantah pernyataan Jokowi. Ia mengaku belum menerima laporan soal calegnya yang eks napi korupsi.

Pada Debat Pilpres 2019, secara keseluruhan penampilan Jokowi-Ma’ruf dinilai lebih tegang dibandingkan penampilan Prabowo-Sandi. Di berita nasional, penampilan pasif Ma’ruf yang paling banyak diperbincangkan.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *